Rabu, 01 Februari 2012

pembelokan cahaya pada air [n_n]/

temen-temen, saya punya cerita nih yang mudah-mudahan bisa bermanfaat nihh..
ceritanya gini, waktu semester satu saya pernah membuat percobaan fisika sederhana, namanya pembelokkan cahaya. mungkin kedengarannya ga begitu aneh ya di telinga teman2.
percobaan itu menggambarkan pembelokkan cahaya laser yang dtembakkan ke air yang sedang mengalir.

dalam percobaan ini saya menggunakan botol bening bekas yang udah dibolongin untuk dapat air yang memancarnya.
trus saya pake laser warna merah (berhubung dilab cuman ada warna merah.heheh). kenapa saya pake laser?? soalnya dalam percobaan ini saya butuh sumber cahaya monokromatik.

untuk melakukan percobaan ini, pertama-tama isi pake air botol yang udah dibolongin tadi ya, pastikan air nya memancar ya dari bolongannya itu.
inget ya bolongnya jangan terlalu gede, yaaaa bolongnya sekitar segede ujung pulpenlah atau segede jarum tapi agak gedean dikit sih.
pas air nya memancar gitu keluar dari lobang botol tadi, kita arahkan laser dari belakang botol sejajar dengan bolongan botol (kita anggap bagian depan botol itu bagian botol yang ada bolongnya).
dan hasilnya cahaya laser yang masuk ke aliran air yang memancar itu mengikuti aliran tersebut.



hemmmm.. kenapa bisa tejadi seperti itu?? ada yang tau jawabannya??? yuk coba kita jawab.
setelah saya baca-baca buku buku fisika, terus saya cari di internet dan saya cari referensi sebanyak-banyaknya.

saya dapat menyimpulkan bahwa cahaya laser yang ditembakkan tersebut bisa mengikuti air yang memancar karena terjadinya pemantulan sempurna.
ini sesuai dengan hukum snellius II "jika sinar datang dari medium lebih rapat ke medium yang kurang rapat, maka sinar dibelokkan menjauhi garis normal".


ini sesuai dengan hk.snellius II:"jika sinar datang dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat (misalnya dari air
ke udara), maka sinar dibelokkan menjauhi garis normal".

jadi pemantulan sempurna itu terjadi karena sinar datangnya dari medium yang lebih rapat ke medium yang kurang rapat yaitu dari air ke udara.
yang dimana sinar tersebut tidak dapat meninggalkan permukaan air atau dengan kata lain sinar ini akan di pantulkan
seluruhnya oleh permukaan air kembali ke dalam air. karena cahayanya selalu menumbuk bidang batas (disini bidang
batasnya antara air dan udara atau permukaan air yang bertidak seperti cermin datar) dengan sudut datang lebih besar daripada sudut kritis,
jadi sinar ini tidak dapat meninggalkan permukaan air. Sudut kritis diantara 2 medium adalah sudut datang sinar dari medium
lebih rapat ke medium kurang rapat yang menghasilkan sudut bias sama
dengan 90 derajat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar